Menjaga Tradisi, Menebar Sehat: Kisah Jamu Tradisional Tanjung Anom di Jantung Ambarawa
Mulai Tahun 2022 Kisah ini didasari akan kebutuhan ekonomi dan Kesempatan Usaha dan skill yang ada untuk membuat Jamu, demi menjaga tradisi dan menebar sehat melalui jamu tradisional di wilayah Ambarawa, khususnya yang berkaitan dengan wilayah Tanjung Anom.
Jamu tradisional yang diproduksi sering kali mencakup:
Beras Kencur: Untuk kesegaran tubuh dan pegal-pegal.
Kunyit Asam: Baik untuk menjaga kebugaran dan kecantikan.
Temulawak: Baik untuk pencernaan.
Pahitan: Untuk membersihkan racun dalam tubuh.
Melalui jualan keliling jamu tradisional, masyarakat Tanjung Anom turut di tengah gempuran minuman kekinian, aroma rempah yang khas dan segar tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Pekon Tanjung Anom, Kecamatan Ambarawa, Pringsewu.
Pemiliknya yakni Bu Heni Indra Yanti Asal Pekon Tanjung Anom, alamat di RT 001 RW 004, Mulai Harga Rp 2000 Saja setiap orang bisa menikmati Jamu yang Setiap Pagi Mangkal di Perempat Pasar Anom Jaya Pekon Tanjung Anom, begitu ramai pembeli di jam 06:00 pagi sampai jam 08.00 Wib Biasanya sudah ludes stok jamunya..

Dikenal karena racikannya yang pas—perpaduan antara rasa yang enak dan khasiat yang nyata—jamu ini bukan sekadar minuman penghilang dahaga. Bagi warga Tanjung Anom dan sekitarnya, jamu keliling ini adalah ramuan turun-temurun yang dipercaya mampu menjaga stamina dan kebugaran tubuh di tengah rutinitas yang padat. Bu Heni kini menjadi bagian tak terpisahkan dari agenda rutin PKK Pekon Tanjung Anom.
Tak jarang, keberadaannya menjadi magnet tersendiri dalam kegiatan-kegiatan kolaboratif. Salah satu puncaknya adalah kerja sama yang apik dengan UPTD Puskesmas Kecamatan Ambarawa. Melalui segelas jamu, semangat gotong royong antara warga, PKK, dan tenaga kesehatan terus mengalir, menyegarkan raga sekaligus menguatkan tali silaturahmi.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin